001-234-567-8910

5th Avenue Madson, NY758, USA

Get Update on our recent Gadgets & Tabs

Pelatihan Pembuatan Abon Tongkol (11)



ABON TONGKOL
Oleh : Fiqhi Ardlianto dan Nisfatin Maulidiya
Desa Prancak, Kecamatan Sepulu merupakan daerah yang terletak di dekat pesisir pantai. Sebagian besar masyarakat desa Prancak sendiri bekerja sebagai nelayan. Setiap hari para nelayan (masyarakat prancak) sendiri berangkat dari jam 02.00 WIB (Pagi) sampai pukul 14.00 WIB (siang). Menurut salah satu warga desa Prancak yang berprofesi sebagai nelayan, perjalanan mereka dari tepi laut ke tengah laut sendiri membutuhkan waktu ± 3 jam perjalanan. Hasil yang diperoleh dari memancing seharian ini mendapatkan ikan yang banyak tetapi terkadang hasilnya juga terkadang sedikit. Biasanya ikan-ikan yang dihasilkan oleh para nelayan adalah ikan pindang, ikan tongkol, dan berbagai jenis ikan lainnya.
Hasil-hasil yang mereka (nelayan) peroleh biasanya mereka konsumsi dengan keluarga dan adapula yang mereka jual langsung ke pasar baik dijual ke pasar sore maupun pasar pagi. Warga desa Prancak sendiri kurang memberikan inovasi saat mengelolah ikan yang dihasilkan dari memancing. Misalkan pada saat menjual ikan tongkol, para warga menjual secara mentah (segar) tanpa ia kelola selanjutnya. Sebenarnya ikan tongkol ini bisa divariasikan dengan banyak hal. Seperti halnya : Abon, Ikan Asap dan lainnya.
Maka dari itu, kami (kelompok 3 KKN UTM) berinisiatif untuk membuat varian tentang ikan-ikan yang diperoleh oleh nelayan agar tidak jual langsung. Dimana kami disini menggunakan ikan tongkol untuk dijadikan abon ikan. Tujuan kami disini adalah untuk meningkatkan hasil pendapatan para nelayan dengan memberikan inovasi terhadap ikan tongkol sendiri. Dan hal ini merupakan salah satu tujuan program kerja (PROKER) utama kami untuk desa Prancak ini.
Abon sendiri biasanya makanan yang terbuat dari serat daging hewan. Dimana biasanya masyarakat Indonesia menggunakan daging sapi sebagai bahan dasar pembuatan abon. Penampilan abon sendiri biasanya berwarna cokelat terang hingga kehitam-hitaman. Abon sendiri dapat disajikan dengan berbagai jenis makanan lainnya misalnya sebagai lauk pada saat memakan nasi, mie pangsit atau bubur ayam atau bisa disajikan dengan lemper.
Kami pun mengadakan acara pengolahan abon dari bahan dasar ikan tongkol pada hari Sabtu, 23 Juli 2016. Dimana disini kami menggunakan pemateri dari desa Prancak, kecamatan Sepulu yaitu ibu Wati. Ibu Wati sendiri adalah salah satu warga desa Prancak yang pernah mengikuti pelatihan pembuatan abon dengan ikan tongkol yang pernah diadakan oleh ibu-ibu PKK desa Prancak, Kecamatan Sepulu. Antusias warga yang hadir pada saat pengolahan abon sendiri lumayan banyak dari undangan yang di sebagai sebanyak 25 undangan yang hadir sekitar 22 orang. Mereka pun sangat aktif pada saat proses pengolahan abon.
Proses pengolahan abon ikan tongkol tidak berbeda jauh dengan cara pengolahan abon dari daging sapi, diantarnya sebagai berikut :
1.      Ikan tongkol yang masih segar, dicuci hingga bersih. Lalu, dikukus hingga air mendidih
2.      Bumbu yang sudah di ulek di goreng dengan menggunakan minyak goreng sedikit. Lalu, berilah santan kira-kira 250 ml.
3.      Setelah dicampur, ikan yang sudah disuir-suir di masukkan ke dalam bumbu yang sudah dimasak.
4.      Tunggu beberapa menit hingga bumbu bercampur dengan ikan yang sudah disuir-suir.
5.      Setelah tercampur, ikan tongkol di press agar minyak terpisah dengan abon sampai terasa kering.
6.      Lalu di sangrai dengan tujuan agar bisa lebih kering dan lebih awet.
Pada proses pengemasan serta pemasaran sendiri kami melakukan penyuluhan pada hari Sabtu, 30 Juli 2016. Proses penyuluhan ini kami mengundang pemateri yaitu bapak Slamet yang mana merupakan salah satu warga desa Prancak, kecamatan Sepulu. Bapak Slamet sendiri merupakan salah satu pemilik home industry kerupuk yang berada di desa Prancak. Yang mana bapak Slamet sendiri telah menjualkan produksinya ke beberapa daerah seperti halnya ke daerah Sampang, Bangkalan Kota ataupun event-event lainnya.
Pada proses pengemasan abon ikan tongkol ini, kelompok kami (KKN 03 UTM) menggunakan plastic dan paper bag dengan ditambahi stiker yang diberikan nama abon desa prancak. 


posted by Kirigaya Herwanto

No comments:
Write komentar

Hey, we've just launched a new custom color Blogger template. You'll like it - https://t.co/quGl87I2PZ
Join Our Newsletter